Jun 05
Mulut Lewat Mulut (MLM)
Membaca tulisan mas Arief Maulana “Hati-hati Memilih MLM”, saya sempat terkejut. Ada apa lagi dengan MLM? Terlebih lagi ada kata “tipu menipu” di dalamnya. Anda pernah kena tipu MLM? Mudah-mudahan tidak.
Multi Level Marketting atau lebih dikenal dengan sebutan MLM atau lebih gampangnya saya sebut Mulut Lewat Mulut adalah sebuah metode marketing atau pemasaran. Jadi, metode atau cara memasarkan produknya lewat penuturan dari orang satu ke orang lainnya (dari mulut ke mulut).
Perusahaan MLM biasanya mengalokasikan dana iklannya kepada orang-orang atau member yang berhasil dalam memasarkan produknya dalam bentuk bonus, sehingga dana iklan sangat kecil dikeluarkan atau bahkan tidak sama sekali untuk media cetak atau elektronik sebagaimana umumnya sebuah perusahaan mengalokasikan dananya. Tentang berapa besar dana pemasaran yang dibagikan kepada member, itu sesuai dengan system yang dimiliki oleh perusahaan MLM masing-masing. Metode pemasaran ini bisa diterapkan pada semua perusahaan baik barang ataupun jasa.
Metode ini menurut beberapa orang ahli sangat efektif, karena bisa memasarkan langsung kepada sasaran. Yang kedua, dalam memasarkan produknya biasanya konsumen direkrut sebagai member. Dengan menjadi member, secara otomatis konsumen merasa bertanggung jawab juga atas pengembangannya karena ada bonus, sehingga loyalitas konsumen terhadap perusahaan sangat tinggi.
Lantas kenapa banyak orang yang alergi atau bahkan anti pati terhadap MLM? Saya pernah membaca sebuah buku, MLM saat ini banyak disalahgunakan oleh orang, diantaranya adalah menipu orang lain. Disinilah awal mula MLM dianggap negative oleh sebagian masyarakat. Bagaimana modusnya? Begini gambarannya :
Ada sebuah perusahaan mengaku mempunyai sebuah produk, namun tidak jelas produknya, biasanya berupa jasa. Dengan metode pemasaran MLM perusahaan ini mengembangkan sayapnya. Kebanyakan atau bahkan semua perusahaan MLM memungut biaya pendaftaran kepada konsumen untuk menjadi member. Dari uang pendaftaran inilah bisa “dimainkan”. Tidak tanggung-tanggung, ada sebuah perusahaan yang menarik biaya pendaftaran kepada calon membernya sampai jutaan rupiah.
Uang pendaftaran tadi, saya asumsikan 25% (ini hanya contoh) masuk ke pemilik perusahaan dan 75% dikembalikan lagi kepada member-membernya yang katanya sebagai bonus. Perhitungan bonus dibuat sedemikian rupa, sehingga para member tergiur dengan besarnya bonus. Dengan demikian para member sudah tidak memperhatikan lagi produk apa sebenarnya yang didapatkan dengan membayar uang pendaftaran tersebut. Yang ada dibenak para member adalah mengejar besarnya bonus apabila dia sudah menduduki peringkat tertentu. Dan mereka tidak sadar bahwa bonus yang dibayarkan sebenarnya adalah uang mereka sendiri.
Nah, mari kita lihat sama-sama, berapa keuntungan pemilik perusahaan kalau sudah berhasil merekrut ribuan bahkan jutaan member? Fantastis !! Bagi member yang berhasil menduduki peringkat tertentu juga akan menikmati bonus yang lumayan. Bagaimana dengan member yang tidak mampu mengembangkan jaringan? Karena tidak ada produk yang bisa dijual, maka sia-sialah uang pendaftaran yang dibayarkan. Lantas siapa yang disalahkan? Yang jelas perusahaan tidak mau disalahkan dengan alasan member tidak mampu mengembangkan jaringan.
Contoh di atas masih mending, karena bisa jalan selama proses perekrutan member masih berjalan terus. Bagaimana dengan yang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas perusahaan tutup atau bahkan menghilang?
Kasus lain seperti Danasonik dengan arisan berantainya, Kospin di Pinrang Sulawesi Selatan dan lain-lain menambah banyaknya deretan daftar negatif terhadap kehadiran MLM.
Dari situlah awal dari sebagian orang yang memandang sebelah mata perusahaan yang menggunakan metode pemasaran MLM. Namun anda jangan memukul rata semua perusahaan MLM seperti itu. Kalau anda mau, artikel berikutnya saya akan membahas perusahaan MLM yang bisa dipertanggungjawabkan.
Terima kasih telah membaca artikel ini, dan saya tunggu komentar anda.
Tags
affiliate afiliasi air bisni online bisnis bisnis online blogger cepat menghasilkan uang di internet data dolar ebook efek blogging formula bisnis hosting hosting berbayar indonesia informasi internet internet bisnis joko joko santoso kontes seo layanan mesin pencari MLM motivasi motivasi diri online Page Rank pasar pelatihan pemasaran pendidikan purna jual sahabat saluran search engine stop dreaming star action stop dreaming start action survey survey dibayar tiket pesawat ulet Viral Linking virus

Yeah, memang tidak baik mengeneralisir sesuatu. Saya rasa, sebuah MLM jika memiliki produk yang berkualitas dan dibutuhkan orang banyak pasti akan lebih bermenfaat. Tetapi bagaiamana jika produknya mengada-ada? ini kan yang menjadi masalah. Menyebabkan orang lebih tergiur pada perputaran uang dan bonusnya tetapi tidak memikirkan kebutuhan akan produk tersebut.
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 10:48
@ardianzz, Kita bisa memilih MLM yang punya produk yang jelas, sistem yang jelas dan perusahaan yang jelas juga. trims
[Reply]
itu dia mas, memanfaatkan MLM (marketing lewat mulut) untuk menipu, beberapa saat yang lalu saudara saya diajak dan ditipu oleh saudara saya yang lain. pada salah satu bisnis MLM pulsa yang cukup terkenal.
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 10:49
@hakim : kalau itu berarti oknum yang salah bukan perusahaan atau sistemnya, ya nggak?
[Reply]
Memang harus cermat dalam bisnis MLM..
yang membuat jelek ya kadang oknumnya..
padahal klo suatu MLM sukses berarti memang hebat kan^_^
Lia juga ada ikut beberapa bisnis MLM walau gak aktif…
karena dari MLM bisa nambah jaringan…
Ditunggu cerita selanjutnya pak
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 10:51
Betul mbak Lia, karena biasanya perusahaan MLM yang beneran selalu mensupport membernya dalam pengembangan jaringan
[Reply]
masih belom paham banget dengan bisnis MLM…
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 10:52
@Jabon :Mudah-mudahan setelah artikel ini saya bisa menulis pengetahuan tentang MLM, trims
[Reply]
saya kebetulan udah 2 tahun ini berkecimpung di perusahaan yang penjualannya menggunakan sistem MLM, so, saya jadi belajar lebih banyak tentang MLM.
contoh pertama yang dipaparkan diatas memakai sistem Member Get Member, jadi perputaran uangnya murni dari member yang kita rekrut, sedangkan barang yang ditawarkan hanya bersifat pendukung saja…
contoh kedua tentang arisan berantai mungkin ini bisa dikatakan Money Games, itu jelas dilarang dari segi legalitas maupun dari sudut relegi tidak baik…
Memang MLM masih dipandang sebelah mata saat ini, tapi bagi mereka yang mempunyai modal sedikit tapi mau berusaha dengan keras saya rasa ikut MLM adalah cara yang terbaik……
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 10:55
@Rudy Azhar : Wah ternyata anda punya pengetahuan MLM yang hebat. trims
[Reply]
MLM kan hanya salah satu bentuk dari cara pemasaran. Jadi enggak ada yg salah dengan MLM, bahkan menurut saya merupakan metoda yg amat bagus. Penyalahgunaan dan salah mengerti saja yg membuatnya jadi terkena persepsi buruk.
Saya dukung mas Joko menulis lebih rinci tentang MLM, agar orang tidak menyia-nyiakan peluangnya, tapi juga tidak terjebak di dalam MLM yg tidak benar.
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 11:02
@Suarakelana : Trims mas Heri, akan saya coba untuk menulis tentang MLM
[Reply]
Selain itu bagi yang begelut di dunia ini harus sabar, karena tugas promosinyanya juga dari pintu ke pintu ya Mas…
BTW, apa kabar Mas, sudah lama tidak berkunjung kesini. Boleh tahu, dimanakah alamatnya di Kendari? Kalau saya di perumahan Puskesmas Poasia, Andonohu. SALAM hormat saya…
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 11:05
@Tusuda : Ternyata orang kendari juga to, kalau saya di Punggolaka Permai mas, atau kalau siang saya sering mangkal di dekat SMP 1 Kemaraya, Kantor IFA
[Reply]
Sebagai sebuah trik marketing, konsep MLM adalah revolusi yang luar biasa bagi saya mas. Namun di sisi lain, konsep ini akan merugikan pemasar alias member jika kondisi sudah jenuh. Setiap tahun akan muncul MLM baru atau konsep baru, yang bisa saja akan mematikan/menghambat perkembangan jaringan member. Yang untung tentu saja yang duluan gabung kalau begitu.
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 11:07
@Iskandaria : Kalau menurut saya belum tentu yang duluan gabung yang untung, tergantung juga sistem dari MLM itu sendiri mas. Trims
[Reply]
Mungkin kembali kepada kita agar lebih teliti memilih MLM. Sebenarnya tidak semua MLM menipu. Kalau jeli memilih, mungkin akan medapatkan hasil yang maksimal.
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 11:11
@Gus Adit : Saya setuju mas, teliti baik itu produk, perusahaan maupun sistemnya. trims
[Reply]
tapi selama ini saya sering menemui program mlm yang produknya mengada², terkadang kita juga sering dibikin pusing
[Reply]
joko santoso Reply:
June 8th, 2010 at 06:27
@ulasan seo : iya, kita harus hati-hati memilih perusahaannya
[Reply]
wakwkak
MLM mulut ke mulut toh
hahhaha
[Reply]
joko santoso Reply:
June 7th, 2010 at 11:12
Trims… wkwkwkwkw
[Reply]
Asal jangan MLM seperti yang sering muncul di iklan PPC lokal saja. Terus terang saya termasuk yang banyak apriori dengan MLM. Apalagi belum-belum sudah gembar-gembor ngajak cepat kaya, bisa berlibur sampai ke Hawai segala. Terus menjanjikan hidup yang penuh kebebasan secara finasial.
Memang gampang apa bisa meraih hidup yang seperti itu? Setahu saya hanya quadran investor yang bisa punya gaya hidup seperti itu. Bukan orang yang kaya dari MLM.
Ingin kaya, kok ngajak-ngajak. Mbok uangnya saja yang dibagi-bagi buat saya kalau sudah kaya beneran. Lol
[Reply]
hahaa..mlm=mulut lewat mulut..kok jadi begitu sih singkatannya mas..
[Reply]
joko santoso Reply:
June 8th, 2010 at 06:28
Iya, pemasarannya dari mulut satu ke mulut yang lain mas….
[Reply]
Sebaiknya pelajari dulu pola kerja dan hasil MLM-nya.
Ada banyak MLM yang baik.
Salahnya orang-orang kita, selalu tergiur hasil yang instan. Padahal MLM lebih sulit dilaksanakan dari kerja kantoran.
[Reply]
Kalau MLM saya kurang mengerti
[Reply]
saya pernah ikut MLM tapi tidak ada hasilnya
[Reply]