Jan 23
Pendidikan VS Pelatihan
Saya teringat ketika membaca sebuah artikel di salah satu majalah, yang ditulis oleh seorang motivator terkenal Ir. Jarot Wijanarko. Beliau mengisahkan seorang Sam sebagai tukang sapu pada sebuah sekolah SLTA. Karena Sam tidak bisa baca dan tulis, dengan sangat menyesal Dewan Pengurus Sekolah tersebut mengeluarkan dari pekerjaannya karena alasan birokrasi. Sangat disayangkan memang, karena Sam seorang yang rajin.
Sam meninggalkan sekolah itu dan kemudian bekerja apa saja yang penting halal. Diawalilah dia bekerja sebagai tukang batu. Profesinya ditekuni, bekerja dengan keras tanpa kenal lelah. Dengan ketekunannya itu semua pekerjaan diselesaikan dengan tepat waktu. Hal ini membuat dia lantas disukai banyak orang. Dan akhirnya perusahaan mengangkatnya sebagai kepala kontraktor. Karena ia seorang yang rajin, tekun dan ulet, maka semua pekerjaan yang dipercayakan kepadanya mampu diselesaikan dengan baik.
Singkat cerita, dengan ketekunan, kejujuran dan keuletan Sam saat ini telah memimpin sebuah perusahaan besar. Namun Sam masih tetap Sam yang dulu, belum bisa baca dan tulis, tapi kemampuannya dalam bisnis tidak diragukan lagi.
Pada acara reuni sekolah, Sam termasuk orang yang dipanggil untuk mendapat penghargaan dari Dewan Pengelola Sekolah tempat dia bekerja dulu.
Dewan Pengelola Sekolah berkata, “Sam, kami sangat bangga kepadamu. Sejarahmu panjang, tapi engkau akhirnya berhasil. Seandainya dulu engkau bisa baca dan tulis, pasti engkau akan lebih sukses lagi”.
“Wah, kalau saya bisa membaca dan menulis barangkali saya masih bekerja sebagai tukang sapu di sekolah anda”. Jawabnya kalem.
Apa yang terjadi pada Sam, sebenarnya memberikan sebuah pelajaran bagi kita untuk tidak memberikan nilai kurang pada kita yang punya pendidikan rendah. Dari pelajaran di atas kita bisa membedakan antara pendidikan dan pelatihan. Pendidikan adalah perluasan serta pengayaan pikiran dan wawasan. Pelatihan yang dialami Sam sehari-hari menjadikan pikiran sebagai sarana efektif untuk melakukan pekerjaan khusus. Apa yang terjadi pada Sam adalah contoh seorang yang tanpa pendidikan bisa sukses dalam dunia bisnis. Dengan pelatihan khusus, seorang yang berpendidikan rendah bisa lebih dahsyat dari yang berpendidikan tinggi. Seorang blogger yang tiap hari melaksanakan blogging, blokwalking serta mau belajar dari apa yang kita dapat dari kegiatan blogging, akan lebih menguasai arena perbloggeran. Karena tidak harus bergelar pendidikan tinggi untuk bisa menemukan ide bisnis cemerlang. Siapapun bisa menemukan ide bisnis yang kemudian bisa menghasilkan uang secara terus-menerus untuk anda. Tentunya dengan sebuah pelatihan. Sebenarnya alangkah baiknya kalau pendidikan dan pelatihan itu seimbang.
Salahkah pendapat saya? Bagaimana dengan anda?
Tags
affiliate afiliasi air bisni online bisnis bisnis online blogger cepat menghasilkan uang di internet data dolar ebook efek blogging formula bisnis hosting hosting berbayar indonesia informasi internet internet bisnis joko joko santoso kontes seo layanan mesin pencari MLM motivasi motivasi diri online Page Rank pasar pelatihan pemasaran pendidikan purna jual sahabat saluran search engine stop dreaming star action stop dreaming start action survey survey dibayar tiket pesawat ulet Viral Linking virus
38 Responses to “Pendidikan VS Pelatihan”

Ilmu yang di dapat dari praktek kehidupan sehari-hari akan lebih awet daripada dari bangku sekolah. Posting yang bagus agar kita selalu menghargai setiap orang dari karyanya, bukan sekedar tampilan luar yang mentereng.
setuju banget pak.harusnya pendidikan ma pelatihan itu seimbang…pendidikan formal di negara kita ini masih kebanyakan teori ketimbang prakteknya…..contohnya saya sendiri, pelajaran waktu sekolah dulu dak tau kemana ilmunya….maklum cuma pe
SMa Doang……jadinya dalam kalangan pelajaran timbul sindrom mata pelajaran yang di benci atau di takuti seperti kalo dulu saya sekolah paling takut ma bahasa inggris.ya karna penerapan kebanyakan teori doang padahal yang namanya bahasa itu kudu banyak menghapal(vocabulary)eh sekarang baru kerasa kalo pelajaran bahasa inggris itu penting….tu kan nyesel tu selalu di belakang….coba di depan kan bisa tau……just KIdding…
Hidup dan perjuangannya memang akan membentuk mental diri yang lebih hebat dibanding teori.
Semoga Fenny bisa menjadi seperti “Sam” yang tak menyerah.
Amin…
Luar baisa mental si Sam. Dia bisa seperti itu karena kemauan dan tekad. Apapun yang terjadi, tetap maju terus pantang mundur. Terima kasih untuk artikelnya Mas.
Oke, memang idealnya orang yang berpendidikan baiknya orang yang berketrampilan dan orang yang berketrampilan orang yang berpendidikan, tapi dalam dunia nyata hal tersebut tidak pasti terjadi jadi baiknya masing2 harus introspeksi diri mana kelebihannya dan mana kekurangnya selagi MASIH ADA WAKTU MASIH ADA KESEMPATAN UNTUK MEMBENAHI KEKURANGANNYA.
@agussiswoyo : pengalaman adalah guru yang paling baik. salam sukses
@tajuddin: iya mas, mudah2an dengan sering ngeblog, bhs inggrisnya tambah lancar. trims
@utomo:yah.. modal kemauan keras.. kita bisa sukses. trims
@dunia bisnis:semoga,.. mari kita sama-sama belajar. trims
@sukamto nuri: Betul p Kamto, selama masih ada kesempatan.. mari kita gunakan. salam
Artikel yang sangat bagus untuk motivasi menuju sukses. Kalau boleh saya menambahkan, kesuksesan berawal dari komitment yang kuat untuk maju, dedikasi untuk menjalankan amanah dengan sebaik2nya, bertanggungjawab dan ini satu lagi yang mungkin kurang di perhatikan adalah kondisi lingkungan. Dalam cerita sam di atas, sam mendapatkan bahwa lingkungannya membuat ia berani untuk maju, apapun itu ia berusaha menjalankan sebaik2nya dan ternyata ia sukses.
Artikel yang menarik untuk pembelajaran diri untuk menjadi orang yang sukses pak
Sangat termotivasi agar bisa jadi orang yang sukses. Semoga bisa demikian. Thanks artikelnya Pak Joko Santoso.
@yama: trims atas tambahannya, semoga bermanfaat. trims
@granchief:sukses selalu. trims
sayangnya di negara kita masih memberhalakan pendidikan formal dari lembaga pendidikan,,,,,,,,bahkan rela mengeluarkan uang yg cukup banyak untuk selembar ijasah,,tanpa melalui proses pendidikan yg seharusnya di jalani,,,,,,pendidikan dan pelatihan adl jembatan yg saling bersambung dmna dua2nya harus di jalani,,dimana kesuksesan telah menanti di ujung jembatan tersebut
kita membuth kan praktisi pebisnis yang mau secara jujur dan apa adanya mensharekan pengetahuannya….banyak siswa yang ngak dikasih tahu apa n gunanya belajar disekolah..kalo cuman buat pamer ijasah ke calon mertua…yang penting idup ini bs cr duit hallal
Denagn kisah diatas bahwa ad hikmah yang berharga yang bisa kita ambil filosofi yang mengedpankan pelatihan,…..siapapun bisa spt sam apaun latar belakng Anda,……Sukses bwt Pak Joko Santoso
Gambaran jelas bagi kita bagaimana orang yang biasa-biasa saja bisa memilih menjadi luar biasa,……Slmat bwt Pak Joko
@barokahmu: seperti juga anda kan? selamat.
Apapun semua pasti butuh keseimbangan…
Antara pendidikan dan pelatihan tidak perlu harus kita pertentangkan justru diantara keduanya saling melengkapi secara sinergis.
NIce Post. Lam kenal nech. boleh mampir ya….?
bahkan lingkungan dan pengalaman sehari2 bisa menjadi sebuah ‘materi’ pelatihan yg bagus ya pak
artikel yg luar biasa
Pengalaman, pelatihan adalah proses pembelajaran yang tanpa memerlukan figur guru hanya perlu keyakinan dan kemauan. sedangkan pendidikan adalah proses pembelajaran yang mutlak dibutuhkan guru. Mantap mas motivasinya!!!
@abud:salam kenal kembali. trims
Pendidikan dan pelatihan jika dijalankan secara seimbang
pastinya akan menghasilkan output yg bisa diharapkan.Tapi pelatihan pegang peranan lebih penting, karena banyak
orang yg sukses besar bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.
Karena dia punya ketrampilan lebih.
Betul b. Darsiah orang sukses karena punya ketrampilan lebih
@andrik:Mksh mas andrik, sukses sll
Mirip,serupa tapi tidak sama,terjebak saudaraku….? Syukur dan berterima kasihlah aku telah menemukan permata yang hilang.
Saudaraku… Dengan Bangga aku ucapkan selamat dan sukses untuk Joko Susanto telah memberikan sebuah gagasan tentang perbedaan pendidikan dan pelatihan khususnya dalam dunia internet marketing.
Jika Saudaraku… bertanya maka ada pertanyaan dan jawaban yang selalu muncul dalam benak semua orang.Kapan dan bagaiman saatnya kita tiba, kemudian alangkah baiknya sumber daya yang ada pada saudaraku adalah kekuatan yang ampuh untuk jadi diri sendiri.Bukan orang Lain.
Saudaraku… Selamat dan salam suses selalu
Uraibanjarsar.com-kuangan tanpa batas
@urai banjarsari : Trims atas apresiasinya
Salam super -
Salam hangat dari pulau Bali -
gagasan yang sangat mearik mas,,,
patut jadi bahan kajian kita semua…
Fantastic post, I really like your style.
Mantap idenya. lanjutkan untuk raih rupiah yang lebih banyak
Tempat pendidikan dan pelatihan terbaik adalah HIDUP ini.
Seperti makna yang saya ambil dari Bob Sadino. Seorang pebisnis itu harus BISA bukan TAHU. Jadi, untuk menjadi BISA itu tempat yang paling tepat adalah belajar dari pengalaman hidup sebagai pendidikan mental kita dan untuk mengasah skill kita dengan terus menerus berlatih agar mental kita meningkat.
Pendidikan dan pelatihan merupakan dua sisi uang kertas. karena begitu tipisnya.
Salam kenal mas dari saya!
Salam kenal kembali mas, mksh atas kunjungannya
Good post… I’m always on the lookout for good blogs.
Hm… artikelnya sangat memberkati. Tidak sia-sia saya berkunjung ke blog ini.
Menurut saya, (sesuai cerita diatas) pendidikan dan pelatihan itu penting. Semua orang bisa sukses. Cuman tergantung orangnya, cara ia menghadapi, sikap hati dan tentunya suka belajar. Hm… dibalik hidup si Sam ada orang yang memperhatikan bakat dan kemampuan. Saya lebih suka melihat siapa bosnya Sam. Pasti orang yang luar biasa. (jangan-janganJ oko Santoso ????)
Tengkyu bro…